Peran ICT dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi di Indonesia
Memasuki milenium ketiga peran teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek
kehidupan kita menjadi sangat vital. Menyadari pentingnya TIK dalam pengembangan pendidikan
tinggi di Indonesia, pada tahun 2006 Dikti membangun jejaring tulang punggung TIK perguruan
tinggi INHERENT (Indonesia Higher Education & Research Network). Tahun 2008 jejaring
tersebut telah menghubungkan 203 PTN dan PTS di seluruh Indonesia. Tujuan utama
pengembangan INHERENT adalah untuk meningkatkan mutu dan akses pendidikan tinggi di
Indonesia melalui pemanfaatan TIK untuk menunjang kegiatan tri dharma dan pengelolaan
perguruan tinggi. Melalui keterhubungan maya INHERENT diharapkan akan terjadi penggunaan
sumberdaya bersama (resource sharing), baik sumberdaya informasi, sumberdaya pembelajaran,
sumberdaya komputasi, maupun sumberdaya manusia. Prinsip yang digunakan dalam pemanfaatan
jejaring INHERENT adalah open source dan open access sehingga mendorong kolaborasi dan
menekan biaya investasi maupun operasi. Pengembangan TIK untuk pendidikan tinggi diarahkan
pada pengembangan aplikasi dan pengembangan bahan ajar digital untuk bisa dimanfaatkan
bersama antar perguruan tinggi. Melalui widya tele wicara (video tele conference), dimungkinkan
terjadinya kuliah bersama dan pembelajaran antar perguruan tinggi secara sangat efisien dan murah.
Pengayaan pembelajaran melalui e-learning, blended learning, dilakukan secara waktu nyata (real-
time, synchronous) maupun waktu maya (asynchronous). Berbagi sumberdaya media pembelajaran
digital dilakukan dalam bentuk e-journal, e-book yang bersumber dari luar maupun yang
dikembangkan oleh perguruan tinggi sendiri. Diharapkan pengembangan TIK akan menyiapkan
lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan abad 21 di mana melek TIK menjadi syarat minimum
memasuki dunia kerja. Pada bulan Desember 2007 dilakukan penggandengan jejaring INHERENT
dengan jejaring GDLN (Global Development Learning Network) sehingga perguruan tinggi dari
seluruh pelosok tanah air terhubung ke pusat-pusat pembelajaran dunia dan sebaliknya. Dengan
demikian pengembangan TIK juga membantu perguruan tinggi untuk melakukan internasionalisasi.